
Irama khas yang di hadirkan oleh alat musik Panting yang merupakan alat musik tradisional dari
Banjarmasin
ini adalah adalah perpaduan apik antara berbagai alat musik seperti
Biola, Panting dan juga Gong. Untuk alat musik Panting, alat musik ini
hampir mirip dengan alat musik gambus yang berasal dari Arab. Memiliki
kesamaan dengan cara memainkan alat musik gitar, memainkan alat musik
Panting juga memerlukan ketrampilan dengan petikan untuk dapat…

Merupakan salah satu objek wisata Religi yang terdapat di Kota
Banjarmasin. Nama Mufti sendiri diambil dari nama seorang ulama yang bernama Haji Jamaluddin yang pernah menjadi Mufti di
Banjarmasin. Makam ini terletak di Kelurahan Surgi Mufti, Kecamatam
Banjarmasin Utara, Kota
Banjarmasin. foto ulama (2) foto ulama palembang (2) nama mufti-mufti di indonesia (2)…

Mungkin
anda merupakan salah satu orang pecinta atau pengoleksi cinderamata
dari berbagai daerah dan tepat jika anda tengah berkunjung ke Kota
Banjarmasin, pasalnya
Banjarmasin adalah kota yang memiliki berbagai macam kerajinan tangan dan cinderamata. Kerajinan tangan yang ada di Kota
Banjarmasin bukan hanya dihasilkan oleh penduduk Kota
Banjarmasin, tetapi juga dari kota dan kabupaten lain di Kalimantan Selatan, sehingga dengan datang ke Banjar…

…ngan
sebutan “Panembahan Batu Habang”. Serah terima kekuasaan antara
Pangeran Tumenggung dengan Pangeran Suriansyah dilakukan pada tanggal 24
Agustus, yang setiap tahun diperingati sebagai Hari Jadi atau Hari
Ulang Tahun Kota
Banjarmasin.Kekuasaan
Pangeran Suriansyah meliputi bagian Selatan Kalimantan. Peninggalan
Kerajaan Banjar yang ada dan terawat dengan baik hingga saat ini adalah
Masjid Pangeran Suriansyah, serta makam Pangeran Suriansyah da…

Untuk mengenang perjuangan rakyat Kalimantan Selatan, Pemerintah Kota
Banjarmasin mendirikan sebuah
museum yang diberi nama
Museum Wasaka. Nama
Wasaka
sendiri berasal dari nama Waja Sampai Ka Puting yang berarti perjuangan
yang tiada henti hingga tetes darah penghabisan. Bentuk
Museum Wasaka berupa rumah Banjar Bubungan Tinggi.
Museum Wasaka terletak di Gang H. Andir, Kampung Kenanga Ulu, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan
Banjarmasin Utara, Kot…

Pantai
Takisung adalah merupakan obyek wisata pantai yang mempesona dengan
pemandangan pantai dengan aktivitas jual beli ikan segar maupun ikan
kering langsung dari nelayan. Ombaknya yang tidak terlalu besar
menjadikan Pantai Takisung aman untuk dikunjungi para wisatawan. Pantai
Takisung terletak di Kecamatan Takisung yaitu sebelah barat wilayah
Kabupaten Tanah Laut. <dokumentasi foto fotokita.net> lahung
banjarmasin (35) buku tentang rok…
Sabilal Muhtadin

Foto: Kompleks Makam Syekh M Arsyad di Kalampayan, Martapura.
Mengenali Hasil Karya Besar Seorang Putra Kalsel
Sabilal Muhtadin
Oleh: Drs. H. Ramli Nawawi
Sabilal
Muhtadin adalah nama sebuah Kitab Fiqh. Nama lengkapnya adalah Sabilal
Muhtadin lit-tafaqquh fi amriddin. Kitab ini membicarakan segala hukum
agama Islam yang berhubungan dengan muammalat. Penulis kitab ini adalah
seorang ulama besar bernama Syekh Muhammad Arsyad seorang putra daerah
Kalimantan Selatan, karena itu biasa disebut Syekh Muhammad Arsyad Al
Banjary, yang hidup pada abad ke 18 yang lalu.
Kitab Fiqh ini
ditulis atas permintaan Sultan Tahmidullah bin Sultan Tamjidullah pada
tahun 1193 Hijriah bertepatan tahun 1779 Masehi. Penulisan kitab ini
selama kurang lebih dua tahun.
Mungkin timbul pertanyaan, apa yang menyebabkan Sultan Tahmidullah meminta Syekh
Muhammad Arsyad menulis kitab Fiqh tersebut. Untuk itu ada beberapa hal yang dapat dikemukakan:
1. Kitab-kitab agama yang digunakan dalam pengajian-pengajian pada waktu itu umumnya
menggunakan kitab-kitab berbahasa Arab yang tadinya dibawa sendiri oleh Syekh Muhammad
Arsyad dari Mekah. Kitab-kitab yang ditulis dalam bahasa Arab ini dikenal dengan istilah "Kitab